Pages

Kamis, 13 Juni 2013

Pokok Ajaran Tasawwuf (Zuhud)



Zuhud 
 
Zuhud menurut bahasa adalah tidak ingin kepada sesuatu dengan meninggalkannya. Menurut istilah adalah berpaling dan meninggalkan sesuatu yang disayangi yang bersifat material atau kemewahan duniawi dengan mengharap dan menginginkan sesuatu wujud yang lebih baik dan bersifat spiritual atau kebahagiaan akherat.
Hakikat zuhud didunia diterangkan dalam Firman Allah :
 
“Karena itu hendaklah orang-orang (mukmin) yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang dijalan Allah. Barangsiapa yang berperang (jihad) dijalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar”. 
(QS. An Nisaa’:74) 
Jihad dapat berarti:
1. berperang untuk menegakkan Islam dan melindungi orang-orang Islam;  
2. memerangi hawa nafsu;  
3. mendermakan harta benda untuk kebaikan Islam dan umat Islam;  
4. Memberantas yang batil dan menegakkan yang hak.

“Allah meluaskan rezki dan menyempitkan bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan didunia, padahal kehidupan dunia itu (dibandingkan dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan yang sedikit (yang sedikit)”.(QS. Ar Ra’d:26) 

orang yang memiliki sikap zuhud disebut zahid. Hidup harus berusaha keras dan bekerja keras agar memilki kemampuan untuk selalu memberi pada orang lain dengan niat karena Allah SWT, baik itu harta maupun ilmu dan kemampuan, jangan sampai Zuhud dipakai alasan sebagai pembenaran untuk malas berkerja. Orang yang zuhud itu sebetulnya amat sangat berguna untuk umat dengan kemampuannya yang banyak sekali, kalau dia mengaku zuhud tapi tidak berguna, itu bukan ajaran Islam, mungkin ajaran baru.

Ada 3 tingkatan zuhud yaitu:
1.    Tingkat Mubtadi’ (tingkat pemula) yaitu orang yang tidak memiliki sesuatu dan hatinya pun tidak ingin memilikinya. Artinya menghindari dunia padahal hatinyasangat berkeinginan dan sangat tertarik, tapi berusaha sekuat-kuatnya untuk menghendaki dan merasa cukup dengan yang sudah dimiliki.
2.    Tingkat Mutahaqqiq yaitu orang yang bersikap tidak mau mengambil keuntungan pribadi dari harta benda duniawi karena ia tahu dunia ini tidak mendatangkan keuntungan baginya.
3.    Tingkat Alim Muyaqqin yaitu orang yang tidak lagi memandang dunia ini mempunyai nilai, karena dunia hanya melalaikan orang dari mengingat Allah. (menurut Abu Nasr As Sarraj At Tusi)

Ada beberapa hikmah yang dapat kita dapatkan apabila seseorang memiliki sifat zuhud adalah sebagai berikut :
1.    Hatinya tenang dan tidak mudah sedih karena semua yang berada didunia adalah kepunyaan Allah SWT
2.    Tidak berambisi terhadap kehidupan dunia
3.    Berhati-hati dalam setiap kegiatan
4.    Sabar dalam menghadapi cobaan
5.    Mudah ridho terhadap segala kejadian didunia ini

0 komentar:

Posting Komentar

 
Efek Blog
Kursor Blog Kursor Blog