Zuhud
Zuhud
menurut bahasa adalah tidak ingin kepada sesuatu dengan meninggalkannya.
Menurut istilah adalah berpaling dan meninggalkan sesuatu yang disayangi yang
bersifat material atau kemewahan duniawi dengan mengharap dan menginginkan
sesuatu wujud yang lebih baik dan bersifat spiritual atau kebahagiaan akherat.
Hakikat
zuhud didunia diterangkan dalam Firman Allah :
“Karena itu hendaklah orang-orang (mukmin) yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang dijalan Allah. Barangsiapa yang berperang (jihad) dijalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar”.
(QS. An Nisaa’:74)
Jihad dapat berarti:
1. berperang untuk menegakkan Islam dan melindungi orang-orang Islam;
2. memerangi hawa nafsu;
3. mendermakan harta benda untuk kebaikan Islam dan umat Islam;
4. Memberantas yang batil dan menegakkan yang hak.
“Allah meluaskan rezki dan menyempitkan bagi
siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan didunia, padahal
kehidupan dunia itu (dibandingkan dengan) kehidupan akhirat, hanyalah
kesenangan yang sedikit (yang sedikit)”.(QS. Ar
Ra’d:26)
orang yang
memiliki sikap zuhud disebut zahid. Hidup harus
berusaha keras dan bekerja keras agar memilki kemampuan untuk selalu memberi
pada orang lain dengan niat karena Allah SWT, baik itu harta maupun ilmu dan
kemampuan, jangan sampai Zuhud dipakai alasan sebagai pembenaran untuk malas
berkerja. Orang yang zuhud itu sebetulnya amat sangat berguna untuk umat dengan
kemampuannya yang banyak sekali, kalau dia mengaku zuhud tapi tidak berguna,
itu bukan ajaran Islam, mungkin ajaran baru.
Ada 3 tingkatan zuhud yaitu:
1.
Tingkat Mubtadi’ (tingkat pemula) yaitu orang yang tidak memiliki sesuatu dan hatinya pun
tidak ingin memilikinya. Artinya menghindari dunia padahal hatinyasangat
berkeinginan dan sangat tertarik, tapi berusaha sekuat-kuatnya untuk
menghendaki dan merasa cukup dengan yang sudah dimiliki.
2.
Tingkat Mutahaqqiq
yaitu orang yang bersikap tidak mau mengambil keuntungan pribadi dari harta
benda duniawi karena ia tahu dunia ini tidak mendatangkan keuntungan baginya.
3.
Tingkat Alim Muyaqqin
yaitu orang yang tidak lagi memandang dunia ini mempunyai nilai, karena dunia
hanya melalaikan orang dari mengingat Allah. (menurut Abu Nasr As Sarraj At
Tusi)
Ada
beberapa hikmah yang dapat kita dapatkan apabila seseorang memiliki sifat zuhud
adalah sebagai berikut :
1.
Hatinya tenang dan
tidak mudah sedih karena semua yang berada didunia adalah kepunyaan Allah SWT
2.
Tidak berambisi
terhadap kehidupan dunia
3.
Berhati-hati dalam
setiap kegiatan
4.
Sabar dalam
menghadapi cobaan
5.
Mudah ridho terhadap
segala kejadian didunia ini






0 komentar:
Posting Komentar